Beranda
>
Gagasan
>
Artikel

Karir dan Wanita di Indonesia: Tantangan dan Kemajuan


03 July 2024
Article-Banner-Juli-No.22.jpg

David Altman, PhD, Chief Research and Innovation Officer dari Center for Creative Leadership (CCL), pernah mengatakan bahwa "Perjalanan untuk mengangkat derajat perempuan bukan hanya sebuah keharusan moral tetapi juga sebuah kebutuhan strategis".

Menurut World Economic Forum, diperlukan waktu 149 tahun untuk menutup kesenjangan gender di Asia Selatan dan 189 tahun di Asia Timur dan Pasifik. Perempuan masih kurang terwakili di posisi puncak baik di sektor swasta maupun publik. Menurut Fortune, pada tahun 2023 perempuan hanya mewakili 10.4% dari CEO Fortune 500. Terbukti bahwa hambatan kemajuan bukan karena kurangnya ambisi perempuan.

Di Indonesia, meskipun ada peningkatan dalam pendidikan dan kesempatan kerja, perempuan masih menghadapi tantangan besar dalam mengembangkan karier. Tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan sekitar 53% pada tahun 2021, angka yang tidak banyak berubah selama dua dekade terakhir. Banyak perempuan masih terjebak dalam pekerjaan berproduktivitas rendah dengan upah rendah, dan kesenjangan partisipasi angkatan kerja antara laki-laki dan perempuan masih besar.

Sebagian besar perempuan Indonesia keluar dari pekerjaan setelah menikah dan melahirkan. Kesulitan menyeimbangkan tanggung jawab pengasuhan anak dengan pekerjaan menjadi kendala besar produktivitas. Kurangnya layanan pengasuhan anak yang berkualitas, minimnya dukungan keluarga, dan nilai budaya yang mengedepankan perempuan sebagai pengasuh utama memaksa banyak perempuan berhenti bekerja.

Riset oleh CCL bersama Prasmul-eli menyoroti masalah kepemimpinan perempuan di Asia Pasifik. Studi berjudul “Elevate The System: We do not need to change women — we need to change systems” mengungkapkan bahwa perempuan Indonesia yang berkeluarga seringkali menangani tanggung jawab domestik, menyebabkan kelelahan. Prioritas terhadap keluarga menjadi hambatan signifikan dalam kemajuan karier perempuan.

Untuk analisis lengkap, unduh laporan penuh secara gratis pada tautan berikut.

Gardhika Waskita Pakqi
Resident Assessor prasmul-eli

ARTIKEL TERKAIT
Banner-Article-juli-No.7.jpg
Pengertian RUPS, Fungsi, dan Jenis-Jenisnya yang Perlu Dipahami
10 July 2024

RUPS adalah forum krusial di mana para pemilik saham berkumpul untuk membuat keputusan-keputusan penting yang akan memengaruhi masa depan perusahaan.

Di dalamnya, terjadi diskusi yang intens tentang kebijakan perusahaan, evaluasi kinerja para pemimpin, hingga keputusan vital seperti perubahan struktural. 

Dalam artikel ini mari kita bahas lebih dalam mengenai RUPS, mulai dari pengertiannya, fungsi, hingga jenis-jenisnya. 

Apa Itu RUPS?

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) adalah pertemuan resmi yang rutin dilakukan oleh sebuah perusahaan dan dihadiri oleh dewan komisaris, direksi, serta pemegang saham. 

RUPS memiliki kewenangan khusus yang tidak dimiliki oleh dewan komisaris atau direksi. 

Hal ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

Untuk mengadakan RUPS, perusahaan harus memenuhi beberapa syarat berikut:

  • RUPS harus diundang oleh Direksi atau Dewan Komisaris.
  • Pemberitahuan kepada pemegang saham harus dilakukan paling lambat 30 hari sebelum tanggal RUPS.
  • RUPS hanya dihadiri oleh pemegang saham yang sah.
  • Keputusan diambil melalui musyawarah untuk mufakat. Jika tidak tercapai, keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak.

Fungsi RUPS

RUPS adalah wadah di mana pemegang saham memiliki kesempatan untuk terlibat langsung dalam pengambilan keputusan penting perusahaan. RUPS memiliki fungsi yang sangat penting bagi perusahaan, yaitu:

1. Menetapkan Kebijakan Perusahaan

Pertemuan ini menjadi wadah bagi para pemegang saham untuk bersama-sama merumuskan dan meninjau ulang kebijakan perusahaan baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. 

Misalnya, apakah perusahaan akan memperluas bisnisnya ke daerah baru atau apakah akan meluncurkan produk baru. 

Keputusan-keputusan ini sangat penting karena akan memengaruhi pertumbuhan dan kesuksesan perusahaan di masa depan.

2. Memeriksa Kesehatan Keuangan Perusahaan

Salah satu agenda utama dalam RUPS adalah memeriksa laporan keuangan perusahaan. 

Para pemegang saham akan melihat apakah perusahaan menghasilkan keuntungan, berapa banyak utang yang dimiliki, dan bagaimana uang digunakan selama setahun terakhir. 

Hal ini penting untuk memastikan bahwa perusahaan dikelola dengan baik secara finansial. 

Jika ada masalah, pemegang saham dapat meminta penjelasan dan solusi dari manajemen perusahaan.

3. Menilai Kinerja Dewan Komisaris dan Direksi

RUPS juga menjadi kesempatan bagi pemegang saham untuk mengevaluasi kinerja para eksekutif perusahaan seperti dewan komisaris dan direksi.

Mereka akan melihat apakah para pemimpin telah menjalankan tugas mereka dengan baik dan mencapai target yang telah ditetapkan atau tidak. 

Jika kinerja mereka kurang memuaskan, pemegang saham bisa memutuskan untuk mengganti mereka dengan orang lain yang lebih kompeten.

4. Menetapkan Kebijakan Dividen dan Pembagian Laba

Ketika perusahaan mendapatkan keuntungan, pemegang saham perlu memutuskan bagaimana keuntungan tersebut akan digunakan. 

Dalam RUPS, mereka akan membahas apakah keuntungan akan dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen atau diinvestasikan kembali ke dalam perusahaan untuk pengembangan bisnis.

Keputusan ini harus mempertimbangkan kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang perusahaan.

5. Mengubah Anggaran Dasar Perusahaan

RUPS bisa mengubah aturan dasar yang mengatur perusahaan. Perubahan ini bisa berupa:

  • Menggabungkan perusahaan dengan perusahaan lain.
  • Memisahkan sebuah departemen dari perusahaan.
  • Membubarkan perusahaan.

Keputusan ini harus disetujui oleh sebagian besar pemegang saham. 

Tujuannya untuk memastikan bahwa perubahan besar ini dilakukan dengan dukungan banyak pihak sehingga perusahaan tetap stabil dan jelas arahnya.

6. Memutuskan Pembubaran Perusahaan

RUPS juga bisa memutuskan pembubaran perusahaan jika perusahaan mengalami masalah keuangan yang serius atau tidak bisa melanjutkan operasinya. 

Keputusan ini biasanya diambil jika perusahaan mengalami masalah keuangan yang serius atau tidak bisa melanjutkan operasinya. 

Pembubaran perusahaan adalah langkah terakhir dan membutuhkan persetujuan dari pemegang saham.

Jenis-Jenis Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)

RUPS adalah forum penting di mana pemegang saham berkumpul untuk mengambil keputusan penting tentang arah dan kebijakan perusahaan. 

Berdasarkan waktu penyelenggaraannya, RUPS dibagi menjadi dua jenis yaitu Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)

RUPST diadakan minimal sekali dalam setahun, paling lambat enam bulan setelah tahun buku perusahaan berakhir. 

Berikut beberapa agenda penting yang biasanya dibahas dalam RUPST:

  • Laporan tahunan perusahaan.
  • Laporan keuangan perusahaan.
  • Pembagian dividen.
  • Pengangkatan dan pemberhentian anggota dewan komisaris dan direksi.
  • Perubahan anggaran dasar.
  • Penggabungan, peleburan, atau pemisahan perseroan.

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)

RUPSLB diadakan untuk membahas dan memutuskan hal-hal yang bersifat luar biasa atau mendesak yang tidak bisa ditunda hingga RUPST berikutnya. 

Berikut beberapa agenda yang biasanya dibahas dalam RUPSLB:

  • Perubahan anggaran dasar.
  • Penggabungan, peleburan, atau pemisahan perusahaan.
  • Penunjukkan atau penggantian kurator.
  • Penundaan kewajiban pembayaran utang.
  • Pengajuan permohonan pailit.
  • Penghentian kegiatan usaha.

Mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham

RUPS adalah pertemuan penting yang diatur secara ketat sesuai dengan peraturan yang berlaku dalam anggaran dasar perusahaan. 

Berikut adalah tahapan-tahapan utama dalam mekanisme penyelenggaraan RUPS:

1. Panggilan RUPS

Panggilan RUPS harus dilakukan dengan memberitahukan kepada semua pemegang saham paling lambat 30 hari sebelum tanggal pelaksanaan. 

Undangan harus mencantumkan waktu, tempat, dan agenda yang akan dibahas dalam rapat. 

Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa semua pemangku kepentingan perusahaan dapat mengatur jadwal mereka dan berpartisipasi dalam diskusi yang penting.

2. Keabsahan RUPS

Agar dianggap sah, RUPS harus dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili lebih dari separuh dari jumlah seluruh saham yang memiliki hak suara perusahaan. 

Jika pada hari pertama tidak terpenuhi jumlah anggota ini, RUPS dapat dilanjutkan pada hari kerja berikutnya dengan syarat dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili lebih dari 1/3 dari jumlah seluruh saham yang memiliki hak suara. 

Hal ini penting untuk memastikan bahwa keputusan yang diambil dalam RUPS mencerminkan kehendak mayoritas pemegang saham.

3. Pembahasan Agenda RUPS

Agenda RUPS mencakup berbagai hal strategis yang memengaruhi arah dan kebijakan perusahaan. 

Pemegang saham memiliki kesempatan untuk membahas dan memutuskan tentang laporan tahunan perusahaan, laporan keuangan, pembagian dividen, pengangkatan atau pemberhentian anggota dewan komisaris dan direksi, serta perubahan anggaran dasar perusahaan. 

Keputusan dalam RUPS dicapai melalui musyawarah untuk mufakat. Jika tidak ada kesepakatan, keputusan akhir diambil berdasarkan suara terbanyak.

4. Laporan RUPS

Setelah pelaksanaan RUPS, laporan resmi akan disusun oleh notaris yang hadir dalam rapat. 

Laporan ini mencatat hasil diskusi, keputusan yang diambil, serta hasil voting atas setiap agenda yang dibahas.

Laporan RUPS harus disampaikan kepada seluruh pemegang saham paling lambat 30 hari setelah pelaksanaan RUPS. Tujuannya untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas proses pengambilan keputusan perusahaan.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, RUPS adalah wadah penting bagi pemegang saham untuk berpartisipasi dalam mengawasi dan mengambil keputusan strategis perusahaan. 

Dengan mengikuti mekanisme yang jelas dan teratur ini, RUPS memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil merupakan hasil dari diskusi yang transparan dan adil sesuai dengan kepentingan semua pemegang saham.

Ingin mengembangkan pengetahuan Anda dalam dunia bisnis? Daftarkan diri Anda di program corporate valuation dari prasmul-eli.

Dalam program ini, Anda akan mendapatkan pemahaman mendalam tentang valuasi perusahaan dan meningkatkan keputusan strategis Anda di bidang finansial.

Article-Banner-Juli-No.22.jpg
Karir dan Wanita di Indonesia: Tantangan dan Kemajuan
03 July 2024

David Altman, PhD, Chief Research and Innovation Officer dari Center for Creative Leadership (CCL), pernah mengatakan bahwa "Perjalanan untuk mengangkat derajat perempuan bukan hanya sebuah keharusan moral tetapi juga sebuah kebutuhan strategis".

Menurut World Economic Forum, diperlukan waktu 149 tahun untuk menutup kesenjangan gender di Asia Selatan dan 189 tahun di Asia Timur dan Pasifik. Perempuan masih kurang terwakili di posisi puncak baik di sektor swasta maupun publik. Menurut Fortune, pada tahun 2023 perempuan hanya mewakili 10.4% dari CEO Fortune 500. Terbukti bahwa hambatan kemajuan bukan karena kurangnya ambisi perempuan.

Di Indonesia, meskipun ada peningkatan dalam pendidikan dan kesempatan kerja, perempuan masih menghadapi tantangan besar dalam mengembangkan karier. Tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan sekitar 53% pada tahun 2021, angka yang tidak banyak berubah selama dua dekade terakhir. Banyak perempuan masih terjebak dalam pekerjaan berproduktivitas rendah dengan upah rendah, dan kesenjangan partisipasi angkatan kerja antara laki-laki dan perempuan masih besar.

Sebagian besar perempuan Indonesia keluar dari pekerjaan setelah menikah dan melahirkan. Kesulitan menyeimbangkan tanggung jawab pengasuhan anak dengan pekerjaan menjadi kendala besar produktivitas. Kurangnya layanan pengasuhan anak yang berkualitas, minimnya dukungan keluarga, dan nilai budaya yang mengedepankan perempuan sebagai pengasuh utama memaksa banyak perempuan berhenti bekerja.

Riset oleh CCL bersama Prasmul-eli menyoroti masalah kepemimpinan perempuan di Asia Pasifik. Studi berjudul “Elevate The System: We do not need to change women — we need to change systems” mengungkapkan bahwa perempuan Indonesia yang berkeluarga seringkali menangani tanggung jawab domestik, menyebabkan kelelahan. Prioritas terhadap keluarga menjadi hambatan signifikan dalam kemajuan karier perempuan.

Untuk analisis lengkap, unduh laporan penuh secara gratis pada tautan berikut.

Gardhika Waskita Pakqi
Resident Assessor prasmul-eli

Banner-Article-Juni-No.18.jpg
Memahami Managerial Skill Sebagai Fondasi Kesuksesan Kepemimpinan
28 June 2024

Bercita-cita untuk mendapatkan promosi sebagai manager di dalam perusahaan atau baru saja mendapatkan promosi tersebut? Saat menduduki posisi pimpinan dalam perusahaan, ada keterampilan yang diperlukan, salah satunya adalah managerial skill.

Dalam dunia bisnis yang kompleks dan kompetitif, keberhasilan suatu organisasi sering kali bergantung pada kemampuan pemimpinnya untuk mengelola tim, proyek, dan sumber daya dengan efisien. 

Seorang manajer yang andal tidak hanya harus memahami aspek teknis dari pekerjaan mereka, tetapi juga harus memiliki berbagai keterampilan lain yang memungkinkan mereka untuk memimpin dengan efektif. 

Nah, jika ingin memiliki managerial skill yang baik untuk melesatkan karir Anda, baca artikel ini hingga selesai, ya!

Definisi Managerial Skill

Managerial skill adalah kemampuan untuk mengatur karyawan sehingga dapat mengerjakan tugas lebih baik. Tidak hanya harus dimiliki oleh seorang leader saja, tetapi managerial skill memang perlu dipelajari setiap orang untuk kesuksesan karirnya. 

Pada dasarnya seseorang yang memiliki managerial skill yang baik bisa lebih adaptif dengan berbagai keputusan atau arahan bisnis dari perusahaan. Tidak hanya berguna untuk diri sendiri, managerial skill juga akan membantu perusahaan lebih berkembang.

Dengan adanya managerial skill yang terus dipertajam, akan menciptakan tim kerja yang lebih bisa berkolaborasi untuk menyelesaikan pekerjaan. Tentu, hal ini akan menguntungkan sehingga perusahaan bisa terus berjalan dan berinovasi dengan dukungan karyawannya. 

Jenis-Jenis Managerial Skill

Berikut ini tiga jenis managerial skill yang perlu Anda pahami dan terapkan:

  1. Keterampilan Teknis

Jenis ini melibatkan pengetahuan untuk bidang tertentu. Dengan pengetahuan yang luas, seorang manager akan melakukan teknik khusus yang ia pelajari untuk mencapai tujuannya di dalam perusahaan. 

Beberapa contoh yang perlu dipahami mengenai keterampilan teknis untuk managerial skill adalah perencanaan kerja, peningkatan penjualan, dan lain-lain.

  1. Keterampilan Konseptual

Jenis keterampilan konseptual meliputi pemahaman, cara berpikir, dan cara merumuskan ide-ide. Dengan konsep ini, seorang manager bisa melihat ide secara garis besar, menganalisis, dan mengetahui action plan apa yang diperlukan.

Manager dengan keterampilan konseptual yang baik biasanya akan lebih paham keuntungan dan kerugian dalam memilih rencana kerja dan dapat menanggulanginya dengan membuat tambahan rencana lainnya. 

  1. Keterampilan Interpersonal

Jenis keterampilan interpersonal ini merujuk pada bagaimana manajer berinteraksi, bekerja, dan berhubungan secara efektif dengan rekan kerja. Keterampilan ini memungkinkan seorang manager memanfaatkan sumber daya manusia dalam perusahaan dan juga memotivasi.

Tentu harapan kedepannya yaitu agar tim bisa bekerja lebih baik dan menghasilkan sesuatu yang dibutuhkan perusahaan untuk berkembang.

Contoh-Contoh Managerial Skill

Biar lebih paham, ini enam contoh managerial skill yang perlu Anda perhatikan dan pelajari!

  1. Komunikasi

Komunikasi adalah kunci kesuksesan. Dalam managerial skill, seorang manager dengan kemampuan komunikasi yang baik akan cenderung lebih sukses.

Pasalnya, dengan memiliki skill komunikasi yang baik seorang manager dapat menyampaikan informasi secara jelas dan dipahami berbagai pihak. Selain itu, makin baik cara komunikasi seorang manager ternyata juga memengaruhi kualitas kerja timnya.

  1. Planning

Seorang manager harus mampu melakukan perencanaan atau planning. Jenis managerial skill ini sangat dibutuhkan karena akan berdampak dengan cara bekerja di dalam tim.

Skill planning yang dimiliki seorang manager membantu dirinya untuk membuat sebuah hal yang visioner dan tetap memperhatikan hambatan dan tujuan. Selain itu, dalam perencanaan seorang manager harus mampu melakukan hal-hal di bawah ini:

  • Berpikir kritis
  • Berpikir logis
  • Berpikir strategis
  • Menganalisa masalah
  • Manajemen program
  1. Decision Making

Pengambilan keputusan atau decision making adalah contoh managerial skill lainnya. Keberhasilan perusahaan atau organisasi bergantung kepada keputusan yang diambil oleh atasan di dalamnya.

Agar sebuah rencana berjalan dengan lancar, diperlukan pengambilan keputusan yang tepat dalam setiap situasi. Seorang manager yang mampu mengambil keputusan yang efektif dalam setiap situasi akan bantu perusahaan lebih berkembang. 

  1. Problem Solving

Seorang manager yang baik bisa menyelesaikan masalah dengan cara yang efektif dan mengutamakan kepentingan bersama. Problem solving dalam perusahaan juga melibatkan identifikasi masalah yang kemudian mencapai kesimpulan cara mengatasinya.

Managerial skill satu ini tidak hanya berlaku untuk kepentingan perusahaan bisa saja dalam tim terjadi miskomunikasi dan hal lainnya saat bekerja. 

  1. Pendelegasian Tugas 

Seorang manager yang memiliki kemampuan ini tentu mampu menugaskan kembali tugas atau membagi tugas di dalam tim. Dengan adanya managerial skill ini, seorang manager akan lebih paham siapa yang cocok melakukan tugas itu dan bisa lebih efisien dilakukan.

Delegasi membantu manager untuk optimalkan produktivitasnya dan membantu tim mendapatkan pembelajaran atau skill baru. 

  1. Motivasi

Contoh managerial skill lain yang perlu dipelajari adalah cara memotivasi. Seorang manager yang dapat memotivasi timnya adalah aset berharga untuk perusahaan. 

Motivasi memicu perilaku atau respons yang diinginkan dari karyawan. Ada dua jenis motivasi yang digunakan manager yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik.

Apabila seorang manager sudah menguasai managerial skill, tentu ini berdampak baik buat diri dan tim. Tidak sampai di situ, memiliki managerial skill yang baik juga bisa memotivasi karyawan lain untuk belajar lebih dan berdampak kepada keberhasilan perusahaan. 

Keberhasilan perusahaan yang dimaksud adalah sinergi di dalam tim untuk mencapai tujuan perusahaan dan terus berkembang.

Ingin pelajari lebih dalam tentang managerial skill? prasmul-eli memiliki program singkat khusus leadership yang bisa Anda ikuti. Program dilaksanakan selama dua hari dengan berbagai materi yang membantu Anda untuk mempertajam skill managerial dan juga leadership dalam tim.

Tidak hanya program leadership, prasmul-eli menyediakan program singkat lainnya bagi Anda para profesional yang ingin menambah ilmu. Program dirancang secara singkat tetapi tetap memberikan esensi dan mengganteng para fasilitator yang berpengalaman di bidangnya. 


Cari informasi lebih lanjut berbagai program singkat di prasmul-eli sekarang dengan klik link ini!